SecurityTechLiveTechNews

Ancaman keamanan seluler

Pada jaman sekarang sangatlah penting untuk menegakkan kebijakan dalam pengamanan untuk seluruh Perusahaan, akan tetapi kebijakan saja tidaklah cukup untuk melawan banyaknya ancaman seluler pada jaman sekarang. Pada tahun 2019, Verizon melakukan penelitian dengan perusahaan keamanan seluler terkemuka, termasuk IBM, Lookout, dan Wandera, yang mensurvei 670 profesional keamanan. Peneletian ini menemukan adanya 1 dari 3 orang di survey  47% mengatakan jika remediasi itu sulit dan mahal dan 64% lagi  mengatakan penelitian ini mereka mengalami downtime,

Dan perusahaan yang menganut kebijakan bring-your-own-device (BYOD) juga membuka diri terhadap risiko keamanan yang lebih tinggi. Mereka memberikan akses perangkat yang mungkin tidak aman ke server perusahaan dan database sensitif, membukanya untuk diserang. Penjahat dunia maya dan penipu dapat mengeksploitasi kerentanan ini dan menyebabkan kerugian atau kerusakan pada pengguna dan organisasi. Mereka mencari rahasia dagang, informasi orang dalam, dan akses tidak sah ke jaringan aman untuk menemukan apa saja yang bisa menguntungkan.

Apa itu bring-your-own-device  (BYOD)

Bring Your Own Device (BYOD) adalah kebijakan di mana perusahaan atau organisasi mengizinkan karyawan atau anggota untuk menggunakan perangkat pribadi mereka, seperti laptop, smartphone, atau tablet, untuk bekerja dan mengakses sumber daya perusahaan. Dalam model BYOD, karyawan dapat menggunakan perangkat yang mereka miliki dan nyaman digunakan, daripada hanya mengandalkan perangkat yang disediakan oleh perusahaan.

Keuntungan utama dari kebijakan BYOD termasuk fleksibilitas bagi karyawan, potensi peningkatan produktivitas, dan potensial penghematan biaya bagi perusahaan. Namun, ada beberapa tantangan dan pertimbangan yang perlu dipertimbangkan ketika menerapkan BYOD, seperti:

  1. Keamanan, Perangkat pribadi karyawan mungkin memiliki tingkat perlindungan yang bervariasi, sehingga diperlukan upaya tambahan untuk memastikan data perusahaan tetap aman.
  2. Manajemen, Perusahaan perlu memiliki solusi untuk mengelola dan mengamankan data yang ada pada perangkat BYOD, serta kemampuan untuk menghapus data dari perangkat tersebut jika karyawan berhenti atau perangkat hilang.
  3. Kepatuhan Hukum, Ada peraturan dan hukum yang mengatur perlindungan data, terutama jika data pribadi atau sensitif disimpan pada perangkat BYOD. Perusahaan perlu memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan ini.
  4. Kompatibilitas dan Dukungan, Perangkat yang berbeda dapat memiliki sistem operasi dan versi yang berbeda, sehingga perlu ada dukungan teknis yang memadai untuk mengatasi masalah kompatibilitas dan perbaikan.
  5. Kebijakan dan Aturan, Penting untuk memiliki kebijakan dan aturan yang jelas tentang penggunaan perangkat BYOD, termasuk penggunaan dalam lingkup pekerjaan dan tanggung jawab terkait keamanan.

Meskipun BYOD dapat memberikan banyak manfaat, implementasinya perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *